Sunday, March 02, 2008

Install Miktorik Seperti Install *nix

Orange dan Hitam gw menyukainya memang ada semangat di warna orange entah kenapa ya .. kalau artinya menggambarkan semangat dan ceria ... hmm liat warna motor orange sepertinya kumel banget nih maklum jakarta hujan terus , walah body motor blom dicuci
akhirnya ke tempat cucian motor ... bengong nunggu selesai .. lama juga ehh tiba-tiba hujan hehehehe sama aja deh ... kesian juga tuh tukang cuci motor masa hujan-hujan cuci motor gw akhirnya gw minta stop aja tunggu hujan selesai ... sambil memandang motor gw ada warna yang tetap berkobar dihati gw ... menyala ... dan semangat untuk tetap menulis ... di blog ini ...

tanpa merusak sang pembuat pdf ini saya mencoba membandingkan beberapa hal about mirotik and *nix

diambil dari : http://fajar.uii.net.id/mikrotik/Setup%20Mikrotik%20Sebagai%20Gateway.pdf
Setup Mikrotik sebagai Gateway server

MikroTik RouterOS™, merupakan system operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai
network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC. PC yang akan dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.

Fasilitas pada mikrotik antara lain sebagai berikut :
- Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.
- Statefull firewall
- HotSpot for Plug-and-Play access
- remote winbox GUI admin

Lebih lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com.

Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadapsegala fasiltas yang disediakan. Free trial hanya untuk 24 jam saja. Kita bisa membeli softwaremikrotik dalam bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan DOM pada slot IDE PC kita.
Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan sederhana sebagai gateway server.

1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.

kalau install mungkin bisa dilihat di www.forummikrotik.com

2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :
MikroTik v2.9.7
Login: admin
Password:
Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter

ibarat unix admin = root

3. Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]] >

kalau di unix : passwd root atau passwd ( nama user )

4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “Waton”
[admin@Mikrotik] > system identity set name=Waton
[admin@Waton] >

hostname = edit /etc/sysconfig/network

5. Melihat interface pada Mikrotik Router
[admin@Mikrotik] > interface print
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME
TYPE
RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1
ether
0
0
1500
1 R ether2
ether
0
0
1500

#/sbin/ifconfig jika di unix

[admin@Mikrotik] >

6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk
koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local
kita dengan IP 172.16.0.1
[admin@Waton]
>
ip
address
add
address=192.168.0.1
netmask=255.255.255.0 interfac
e=ether1
[admin@Waton]
>
ip
address
add
address=172.16.0.1
netmask=255.255.255.0 interfac
e=ether2

kalau mau mudah ketik aja netconfig #root

atau bisa edit file di
/etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1
/etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth2


7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@Waton] >ip address print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1
1 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2

#ifconfig lagi deh

[admin@Waton] >
8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah
192.168.0.254
[admin@Waton] > /ip route add gateway=192.168.0.254

route add default gw (ip gateway )

9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@Waton] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
#
DST-ADDRESS
PREFSRC
G GATEWAY
DISTANCE INTERFACE
0 ADC 172.16.0.0/24
172.16.0.1
ether2
1 ADC 192.168.0.0/26
192.168.0.1
ether1
2 A S 0.0.0.0/0
r 192.168.0.254
ether1
[admin@Waton] >

route -n
netstat -rn

10. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
[admin@Waton] > ping 192.168.0.254
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
[admin@Waton] >

# ping ( ip tujuan )

11. Setup DNS pada Mikrotik Routers
[admin@Waton] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10 allow-remote-
requests=no
[admin@Waton] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11 allow-remote-
requests=no

edit file di /etc/resolv.conf
masukkan dns

12. Melihat konfigurasi DNS
[admin@Waton] > ip dns print
primary-dns: 192.168.0.10
secondary-dns: 192.168.0.11
Page 3
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB
[admin@Waton] >

cat /etc/resolv.conf


13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
[admin@Waton] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@Waton] >

#ping yahoo.com

Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.
14. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar
client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.
[admin@Waton]
>
ip
firewall
nat
add
action=masquerade
out-
interface=ether1
chain: srcnat

di linux :
iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.0/24 -d 0.0.0.0/0 -j MASQUERADE

[admin@Waton] >
15. Melihat konfigurasi Masquerading
[admin@Waton] ip firewall nat print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
[admin@Waton] >
Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika
berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway
server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox
yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita. Misal Ip address server
mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.
Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup
dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :
1.Buat IP address pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=172.16.0.10-172.16.0.20
2. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client
Pada contoh ini networknya adalah 172.16.0.0/24 dan gatewaynya 172.16.0.1
/ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24 gateway=172.16.0.1
3. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface ether2 )
Page 4
/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
4.
Lihat status DHCP server
[admin@Waton] > ip dhcp-server print
Flags: X - disabled, I - invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0 X dhcp1 ether2
Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih
dahulu pada langkah 5.
5.
Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
/ip dhcp-server enable 0
kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti
sudah aktif.
6. Tes Dari client

#############################
vi /etc/dhcpd.conf

/etc/init.d/dhcpd start

jadi deh dhcpd nya


untuk dhcpd saya buat config sbb :

# Do not claim to rule this network. You want to change this if you really
# want it to work.
not authoritative;

# Do not try to update DNS by default
ddns-update-style none;

# The subnets
subnet 10.11.13.192 netmask 255.255.255.192 {
# --- default gateway
option routers 10.11.13.193;
option subnet-mask 255.255.255.192;

option nis-domain "iqbal.co.id";
option domain-name "iqbal.co.id";
option domain-name-servers 10.2.1.5,10.11.8.9;

set vendor-string = option vendor-class-identifier;
option vendor-class-identifier "ip:10.11.10.33";

#option vendor-specific-information code 43 = text;
#option vendor-specific-information "ip:10.11.10.33";

option time-offset -5;
# option ntp-servers 192.168.1.1;
# option netbios-name-servers 192.168.1.1;
# --- Selects point-to-point node (default is hybrid). Don't change this unless
# -- you understand Netbios very well
# option netbios-node-type 2;

# Dynamic range
range dynamic-bootp 10.11.13.195 10.11.13.250;
default-lease-time 21600;
max-lease-time 43200;

# This one we want to be static
host ap-ruang-bermain {
#next-server ;
#option vendor-class-identifier ip:10.11.10.33;
hardware ethernet 00:20:D8:2A:F1:40;
fixed-address 10.11.13.252;
}

host ap-ruang-cucian {
#next-server ;
#option vendor-class-identifier ip:10.11.10.33;
hardware ethernet 00:20:D8:2A:0D:00;
fixed-address 10.11.13.251;
}


}

Daftar Pustaka
http://mikrotik.com

dan aku masih disini dan tetap semangat ...

No comments:

Post a Comment